RIVIEW FILSAFAT ILMU DAN METODE BERFIKIR


RIVIEW

Perkuliahan Filsafat Ilmu dan Metode Berfikir

Dosen : Prof. Dr. H. Cecep Sumarna, M.Ag.

Lama Perkuliahan : ≤ 13 kali pertemuan / 5 bulan

Pandangan Filsafat Ilmu yang dikemukakan pertama kali dalam perkuliahan oleh Prof. Dr. H. Cecep Sumarna, M.Ag. adalah “Dengan berfikir, manusia ada. Pembeda antara kita dan binatang terdapat pada cara kerja manusia dalam berfikir. Manusia pertama yang meletakkan kerangka dimaksud adalah Adam. Manusia historis pertama yang ada di bumi. Ia menciptakan Syurga sejati dan lompat dari Syurga semu.”

Filsafat Ilmu terdiri dari dua suku kata Filsafat dan Ilmu. Filsafat berasal dari kata Philos dan Shopos yang berarti cinta kebijaksanaan. Ilmu adalah teori-teori tentang pengetahuan. Jadi Filsafat Ilmu teori ilmu yang dianalisis melalui pendekatan filsafat.

Berfilsafat menuntut manusia menjadi lebih bijak dalam menyelesaikan setiap peristiwa atau fenomena yang ada di sekitarnya. Jauh dari judgemen dan keputusannya selalu bersifat sementara

Pengertian filsafat menurut plato pengetahuan yang berminat mencapai pengetahuan kebenaran yang asli. Ilmu membicarakan sesuatu bidang atau jenis kenyataan. Filsafat merupakan sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara tidak kritis. Filsafat merupakan analisis logis dari bahasa dan penjelasan tentang arti kata dan pengertian (konsep). Filsafat memuat pertanyaan lebih jauh dan lebih mendalam berdasarkan pada pengalaman realitas sehari – hari. Sedangkan ilmu bersifat deskriptif, yaitu menguraikan secara logis, yang dimulai dari tidak tahu menjadi tahu. Filsafat memberikan penjelasan mutlak dan mendalam..

Ilmu merupakan pengetahuan yang bersifat koheren, empiris sistematis dapat diukur dan dibuktikan. Ilmu adalah kumpulan – kumpulan konsep yang diuji menurut kaidah berpikir ilmiah, kumpulan dari ilmu – ilmu yang telah diteliti dan diuji berdasarkan kajian ilmiah, maka disebut pengetahuan atau kepandaian. Ilmu berbeda dengan pengetahuan, ilmu tidak pernah dalam satu keputusan tersendiri, sebaliknya ilmu menandakan kesatuan ide yang mengacu pada objek yang sama dan saling berkaitan secara logis, karena itu koherensi adalah hakekat ilmu itu sendiri. Ilmu menuntut pengamatan dan metodis yang tertata rapi, yaitu dengan metode ilmiah.

Filsafat ilmu merupakan telaah kefilsafatan yang ingin menjawab pertanyaan mengenai hakikat ilmu, yang ditinjau dari segi ontologi, efistimologis maupun aksiologisnya. Dengan kata lain filsafat ilmu merupakan bagian dari efistemologi (filsafat pengetahuan) yang secara spesifik mengkaji hakikat ilmu.

Jadi perbedaan filsafat ilmu dengan ilmu filsafat adalah filsafat ilmu membahas tentang deskripsi dari hakekat ilmu itu sendiri ditinjau dari berbagai perspektif kajian yang akan dibahas menurut filsafat. Sedangkan ilmu filsafat membahas tentang bahasan dari ilmu sebagai sumber atau pusat dari kajian yang akan dibahas (metode).

Dengan adanya mata kuliah Filsafat Ilmu dan Metode Berfikir, maka Mahasiswa Pasca Sarjana khususnya di IAIN Syekh Nurjati Cirebon dapat memiliki wawasan yang lebih tentang bagaimana cara berfikir ilmiah yang baik dan benar serta memiliki sikap rendah hati, arif juga bijaksana. Karena orang yang telah mempelajari ilmu filsafat dapat diumpamakan seorang yang berpijak di bumi sedang tengadah ke bintang-bintang. Dia ingin mengetahui hakikat dirinya dalam kesemestaan galaksi.

Karakteristik berfikir filsafat yang pertama adalah sifat menyeluruh. Seorang ilmuwan tidak puas lagi mengenal ilmu hanya dari segi pandang ilmu itu sendiri. Dan ingin melihat hakikat ilmu dalam konstelasi pengetahuan yang lainnya. Dia ingin tahu kaitan ilmu dengan moral. Kaitan ilmu dengan agama. Dia ingin yakin apakah dengan ilmu itu membawa kebahagiaan pada dirinya.

Sering kita melihat seorang ilmuwan yang picik. Ahli fisika nuklir memandang rendah kepada ahli ilmu sosial. Lulusan IPA merasa lebih tinggi dari lulusan IPS. Atau lebih sedih lagi, seoranng ilmuwan memandang rendah kepada pengetahuan lain. Mereka meremehkan moral, agama, dan nilai estetika.

Seorang yang berfikir filsafati selain tengadah ke bintang-bintang, juga membongkar tempat berpijak secara fundamental. Inilah karakteristik berfikir filsafati yang kedua yakni sifat mendasar.

Orang yang berfikir filsafat tidak lagi percaya begitu saja bahwa ilmu itu benar. Mengapa ilmu dapat disebut benar ? Bagaimana proses penilaian berdasarkan kriteria tersebut dilakukan ? Apakah kriteria itu sendiri benar ? Lalu benar sendiri itu apa ? seperti sebuah lingkaran maka pertanyaan itu melingkar. Dan menyusur sebuah lingkaran, kita harus mulai dari satu titik, yang awal dan pun sekaligus akhir. Lalu bagaimana menentukan titik awal yang benar ?

Tugas utama filsafat adalah menetapkan dasar-dasar yang dapat diandalkan. Apakah yang disebut logis ? Apakah yang disebut benar ? Apakah yang disebut sahih ? Apakah alam ini teratur atau Kacau ? Apakah hidup ini ada tujuannya atau absurd ? Adakah hukum yang mengatur alam dan segenap sarwa kehidupan ?

Tanpa menetapkan kriteria tentang apa yang disebut benar maka tidak mungkin pengatahuan lain berkembang di atas dasar kebenaran. Tanpa menetapkan apa yang disebut baik atau buruk maka kita tidak mungkin berbicara tentang moral. Demikian juga tanpa wawasan apa yang disebut indah atau jelek tidak mungkin kita berbicara tentang kesenian.

Manusia adalah makhluk yang dibekali pikiran oleh allah SWT, sedangkan dalam eksistensinya hidup manusia itu tidak luput dari tantangan dan permasalahan – permasalahan yang memerlukan penyelesaian, sehingga dalam hal ini akal yang berperan sebagai alat pikir yang berusaha memberikan jawaban atas permasalahan yang ada. Menurut Prof. Dr. H. Cecep Sumarna, M.Ag. ada 4 cara manusia untuk memperoleh pengetahuan yaitu

  1. Berpegang pada yang sudah ada (metode keteguhan)
  2. Merujuk pada pendapat para ahli (metode otoritas)
  3. Berpegang pada intuisi (metode intuisi)
  4. Metode ilmiah

Semua ini maksudnya untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi manusia. Untuk membangun suatu pengetahuan yang ilmiah maka dibuat suatu kerangka berfikir ilmiah.

Metode berpikir ilmiah merupakan suatu prosedur, cara dan teknik memperoleh pengetahuan. Prosedur berpikir ilmiah mendasarkan pada penalaran rasional (akal) dan empiris. Metode ilmiah memunculkan 2 karakreristik bersifat rasional (deduktif) dan empiris (empiris).

Metode berfikir ilmiah adalah prosedur, cara dan teknik memperoleh ilmu pengetahuan .Untuk dapat melakukan kegiatan berfikir ilmiah dengan baik maka diperlukan sarana berupa bahasa, logika,matematika dan statistik.Bahasa merupakan alat komunikasi verbal yang dipakai dalam seluruh proses berfikir ilmiah dimana bahasa merupakan alat berfikir dan alat komunikasi untuk menyampaikan jalan pikiran kepada orang lain. Ilmu merupakan gabungan antara berfikir induktif dan deduktif. Matematika mempunyai peranan yang penting dalam berfikir deduktif sedangkan statistika mempunyai peranan yang penting dalam berfikir induktif.

Pemahaman kita selama ini bahwa yang menjadi sumber ilmu adalah buku atau bahan bacaan lain yang memberikan kepada kita informasi tentang suatu teori. Tetapi setelah belajar filsafat ilmu dan metode berfikir memberikan guratan cahaya yang dapat menerangi alam pikiran bahwa yang menjadi sumber ilmu  justru nalar fikir yang kita miliki dan fakta – fakta empiris di lapangan, didengar dan dirasakan, jika mau memakai paradigma filsafat barat. Sebaliknya jika mau memakai paradigma filsafat islam sumber ilmu selain dua sumber ilmu tersebut  yang paling penting adalah intuisi dan wahyu.

Itulah semua yang dapat saya tangkap setelah saya belajar filsafat ilmu dan metode berfikir di Pasca Sarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon, saya akui dan rasakan  memang belajar filsafat itu njelimet, rieut, dan/sesah pisan conectna. Tapi walaupun demikian mudah-mudahan setelah saya belajar mata kuliah ini wawasan berfikir saya mengalami perubahan yang positif yang sesuai dengan tujuan dan pandangan Filsafat ilmu sehingga dapat berguna khususnya bagi diri saya, umumnya bagi orang-orang di sekitar saya baik secara langsung ataupun tidak langsung.

RIVIEW PERKULIAHAN

FILSAFAT ILMU DAN METODE BERFIKIR

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir Mata Kuliah Filsafat Ilmu

Dan Metode Berfikir

Dosen : Prof. Dr. H. Cecep Sumarna, M.Ag.

ABDU AZIS AHMADI

NIM  505920034

KONSENTRASI PSIKOLOGI PENDIDIKAN ISLAM

PROGRAM PASCA SARJANA

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ( IAIN )

SYEKH NURJATI CIREBON

TAHUN 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: